Kondisi di Aula Kerajaan menjadi kacau. Yang Myung-gun mengarahkan pedangnya ke leher Raja. Semua tegang melihatnya. Raja menatap tajam kakaknya.
Yoon membenarkan, hanya itu caranya untuk menunjukkan keberanian-mu, demi meningkatkan semangat pasukan.
Yang Myung : Hanya jika pedangku ternoda darah adikku, apa mereka akan mengakuiku sebagai Raja?
Yoon menyeringai, bukankah..tanah Joseon ini didirikan di atas darah yang tercurah diantara para kakak-beradik?
Yang Myung : Jadi, menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat niatku mungkin adalah ide yang bagus. Baik, aku janji.
Kembali ke arena pertempuran, Yoon teriak, kalian semua dengarkan baik-baik! Langit menginginkan kematian Raja ini, agar ia bisa digantikan oleh orang lain yang lebih pantas. Saat ini, kami akan mematuhi perintah Langit, dan menumbangkan Raja yang tidak kompeten ini?
Yoon ke Yang Myung : Cepat! Penggal kepala Raja tidak berguna ini!
Yang Myung-gun berbalik dan tampak marah, ia berkata masih punya kesempatan. Raja tidak akan tahu apa yang akan dilakukan Yang Myung kalau waktunya tiba. Katakan, apa yang anda rencanakan.
Semua terjadi dengan cepat. Woon langsung bergerak, membunuh beberapa orang lagi untuk memberi jalan pada Yang Myung-gun dan Raja lari ke tempat aman.
Raja langsung lari dengan cepat ke arah balkon istana. Yang Myung mengikutinya sambil mengamankan jalan. Woon lari dibelakang mereka. Lalu pasukan mengamankan Raja.
Perdana Menteri Yoon dan yang lain terkejut, kenapa rencana mereka tiba2 berubah.
Belum sadar dengan apa yang terjadi, pintu gerbang istana terbuka dan masuklah pasukan Naegeumbu dari seluruh penjuru istana. Semua mengepung Yoon dan pasukannya. Lalu menutup pintu gerbang. Tidak ada ruang untuk melarikan diri.
Posisi terbalik, sekarang Yoon, Menteri Keuangan, Menteri Shim, Menteri Han, bahkan Prof Na dll dalam keadaan kritis. Mereka sekarang adalah pemberontak dan harus dibunuh semua.
Yang Myung : Orang2 ini, tidak akan diam saja dan membiarkan ini semua terjadi pada mereka.
Raja tahu itu, jika ia tidak memberikan takhtanya, mereka akan merencanakan pemberontakan. Dan, mereka akan segera mencarimu, hyungnim.
Raja : Aku perlu daftar nama semua yang ikut konspirasi, jika kita tidak menghancurkan mereka semua, Yeon Woo akan selalu ada dalam bahaya.
Negeri ini juga akan menuju kehancuran.
Yang Myung : Bagaimana anda bisa percaya pada saya dan mengatakan kata2 berbahaya ini?
Raja : Aku bersedia memberikan nyawaku di tanganmu.
Yang Myung : Merencanakan pemberontakan itu tidak mudah.
Raja : Tentu saja, keputusan ada di tanganmu, hyungnim.
Perang pun pecah. Pihak Perdana Menteri Yoon kalah jumlah, segera saja banyak pasukannya yang terbunuh. Apalagi pasukan pemanah Raja juga melancarkan serangan.
Kim Chae Woon dan Yang Myung-gun benar2 haus darah, mereka membantai banyak orang termasuk para menteri.
Menteri Shim terbunuh lebih dulu, Menteri Han jatuh ke tangan Woon. Menteri Han ini Menteri Pertahanan, jadi dia mungkin pernah jadi guru Woon.
Menteri Keuangan di tangan Yang Myung-gun. Menteri yang sering diaudit oleh Yang Myung.
Jo Sanggung tertegun, Ratu tidak di kamarnya.
"Chon Na, Aboji, apa kalian memutuskan untuk bertempur sampai akhir? Meskipun aku tidak tahu siapa yang akan menjadi pemenang, tapi aku yakin posisi Ratu pasti diambil dariku."
Ratu memaksakan senyuman terakhirnya dan bertekad mengakhiri hidupnya. So sad...
Prof Na lari mendekat ke Yang Myung-gun, ingin membunuhnya. Yang Myung menatapnya tajam. Prof Na ciut nyalinya dan berbalik, ia ingin lari.
Yang Myung tidak akan melepaskan Na begitu saja. Ia langsung menebas Prof Na sampai mati. Tanpa ampun.
Sigh..adegan ini sedikit lucu, tapi menyedihkan juga mengingat hubungan masa lalu Yang Myung dan Na, sepertinya mereka lumayan dekat.
Yoon melihat semua rekan-rekan Menterinya sudah tewas. Ia memandang ke arah Raja.
Raja teriak, Hyungnim!
Yang Myung berkata dalam hati, Yang Mulia. Tolong maafkan saya karena keputusan egois saya. Hanya boleh ada satu matahari di langit. Mulai sekarang, tidak akan ada lagi kekacauan karena saya.
Raja syok, ia memanggil kakaknya, awalnya pelan. Lalu teriak, Hyungnim!! Raja lari ke arah Yang Myung.
Woon juga terkejut, ia segera lari menahan Yang Myung.
Yang Myung mengeluarkan buku catatan yang berisi daftar nama, ini daftar nama yang anda minta.
Raja menangis, aku tahu. Aku tahu, jangan bergerak. Tabib istana sedang menuju kesini, kau harus bertahan.
Yang Myung mengaku, saya pernah kesal pada anda, Yang Mulia. Karena anda memiliki segalanya. Dan kemudian, saya memiliki pemikiran untuk mengambil posisi anda.
Tapi, dibanding dengan posisi sebagai Raja, ..Yang Myung melihat ke arah Woon, teman-teman saya..dan adik saya..jauh lebih berharga bagi saya.
Raja tersedu-sedu, Hyungnim..
Yang Myung : Saya mohon, anda harus menjadi Raja yang kuat. Lalu bersama dengan anak itu, anda harus melindungi rakyat biasa negeri ini. Pelayan anda, akan melihat dan melindungi anda, dari tempat lain.
Penyesalanku satu-satunya...adalah meninggalkan ibuku yang kesepian.
Yang Myung ingat Yeon Woo remaja bertanya, kau mau kemana?
Yang Myung berbalik, aku datang karena aku ingin melihatmu sebelum pergi.
Yang Myung mengamati wajah Yeon woo, jelek sekali. Aku sudah melihatnya baik-baik. Aku pergi sekarang.
Kasihan..pertemuan terakhir Yang Myung dengan Yeon Woo adalah saat di kuil.
Hyungnim. Hyungnim..tolong buka matamu. Raja sudah menangis, Ini perintah Kerajaan! Bagaimana kau bisa tidak mematuhi perintah Kerajaan?
Tandu mereka sampai ke satu tempat. Salah seorang tukang tandu mengetuk jendela Yeon woo.
Tukang tandu itu ternyata Hong Kyu Tae! Ia minta maaf karena perjalanan-nya cukup lama. Hong takut kalau mereka dibuntuti jadi ia ekstra hati2. Kita sudah sampai sekarang, tolong keluar dari tandu, Agassi.
Yeon Woo heran, ini tempat apa?
Hong hanya berkata kalau Raja memerintahnya membawa Yeon Woo ke sini, anda pasti lelah, jadi tolong segera masuk ke dalam.
Yeon Woo tertegun. Itu ibunya. Ny. Heo awalnya tidak menyadari ada orang, saat melihat Yeon Woo, ia terkejut.
Ny. Heo terkejut dan syok, ia menjatuhkan baki yang dibawanya, Yeon Woo..apa kau ..apa kau benar2 Yeon Woo? Anakku..
Yeom keluar dan terkajut melihat mereka. Yeon Woo memanggil Yeom, Orabeoni..
Yeom merasa bersalah dan tidak berani melihat ke arah Yeon Woo. Ny. Heo memeluk Yeon Woo lagi, anakku..
Yeom minta tolong Yeon Woo membawa ibu ke dalam.
Ny. Heo berkata hatinya sakit melihatnya.
Ny. Heo takut, kalau ia tertidur dan saat membuka mata, Yeon Woo sudah menghilang lagi.
Yeon Woo : Bagaimana mungkin? Kelak, saya tidak akan pergi tanpa ijin ibu.
Ny. Heo : Bagaimana ini bisa terjadi? Selama 8 th ini, Putri mengambil alih posisimu di sampingku. Tapi, dia sebenarnya bertanggung jawab untuk kematianmu. Aku tidak bisa mempercayai itu.
Yeon woo terkejut, apa kakak yang mengatakan pada ibu?
Ny. Heo : Meskipun ia melakukan kejahatan besar, tapi ia mengandung darah daging keluarga kita. Bagaimana bisa seperti ini?
Yeom akhirnya berbalik dan berkata sudah melakukan kejahatan besar. (Kejahatan karena terlalu tampan haha..)
Yeon Woo tidak mengerti, bagaimana mungkin kakaknya bisa berpikir sudah terlibat kejahatan. Kakak sama sekali tidak bersalah.
Yeom : Semua terjadi karena diriku.
Yeon Woo melarang kakaknya merasa seperti itu, Yeon Woo ingin kakaknya berbahagia karena ia masih hidup dan sehat.
Yeon Woo membalasnya, terima kasih juga..karena kakak tetap hidup. (Setelah Yeon woo sakit dan dianggap meninggal, keluarga Heo terancam keselamatannya karena dianggap menipu keluarga Raja dengan memberikan putrinya yang sakit2an sebagai Putri Mahkota. Untung memang Min Hwa menikahi Yeom dan menyelamatkan mereka.)
Min Hwa memandangi baju bayi buatannya. Ia mendengar ada yang masuk dan mengira itu Min Sanggung. Min Hwa menyuruh Min Sanggung keluar, ia tidak mau makan.
Min Hwa mendongak dan tertegun, ternyata Yeon Woo yang masuk dengan membawa bubur. Kenapa anda tidak mau makan?
Ini pertama kalinya mereka bertemu lagi setelah 8 th. Min Hwa merasa tidak berhak makan.
Min Hwa : Aku..bukankah kau ingin aku meninggal?
Yeon Woo : Tidak. Saya ingin anda tetap hidup.
Min Hwa tidak percaya, Yeon Woo bohong, aku mencoba membunuhmu bagaimana kau bisa ingin aku tetap hidup.
Yeon Woo : Meskipun anda mencoba membunuh saya, tapi saya tetap hidup sekarang. Saya memang cukup membenci anda dan ingin anda meninggal, tapi saya bersyukur karena kebaikan Putri, ibu saya bisa mendapatkan kebahagiaan dan kakak saya bisa mendapatkan seorang anak.
Min Hwa : Jangan bersikap munafik di depanku! Akan lebih baik jika kau berteriak atau menginginkanku mati. Merobek-robek bajuku. Paling tidak, kalau seperti itu aku bisa berlutut di depanmu dan mohon ampun padamu.
Yeon Woo : Apa anda membutuhkan pengampunan saya? Baiklah, saya mengampuni anda. Demi mereka yang sudah menderita karena anda. Yang Mulia dan Kakak saya, mereka meminta ampun demi anda. Karena anda, mereka menanggung rasa bersalah yang tidak seharusnya mereka tanggung. Demi mereka, saya akan dengan senang hati mengampuni anda. Jadi, saya mohon teruslah hidup dengan baik.
Tolong terus hidup dan mencari pengampunan dari saya secara langsung. Serta menjalani hukuman anda untuk menebus semua kejahatan anda. Yang Mulia dan kakak saya seharusnya tidak perlu merasa bersalah karena anda. Anda yang harus menanggungnya sendiri.
Yeon Woo : Kalau begitu, saya mohon berikan alasan pada saya untuk mengatakan hal yang sama.
Min Hwa menangis dan mulai makan.
Lady Park : Yang Myung-gun, tolong jangan tidur lagi. Buka matamu dan lihatlah aku. Jangan bercanda seperti ini.
Lady Park ketakutan, ia sadar Yang Myung-gun tidak akan bangun dan tersenyum pada ibunya lagi. Lady Park terus saja memanggil nama Yang Myung dan memintanya bangun.
Woon tidak tahan dan jalan keluar.
Woon : Yang Myung-gun.
Roh Yang Myung : Apa mungkin kau..Apa kau sudah merindukanku?
Woon : Apa anda bahagia di sana?
Roh Yang Myung : Tentu saja aku bahagia. Aku tidak perlu pura2 tersenyum. Dan juga, aku tidak pernah benar2 suka minum. Jadi sekarang aku tidak perlu memaksa diriku untuk minum lagi. Aku tidak lagi menjadi ancaman bagi Yang Mulia. Dan yang paling penting, aku bisa menyukai anak itu di dalam hatiku. Apa kau tahu kalau perasaan seperti itu sangat menyenangkan?
Woon : Apa saya boleh bertanya satu hal?
Roh Yang Myung : Tanya saja sesukamu.
Woon : Sampai sekarang, apa anda masih menganggap saya sebagai teman?
Woon : Jadi tolong jawab saya, apa anda datang...sebagai teman?
Roh Yang Myung : Tentu saja. Selama ini aku selalu begitu dan sampai kapanpun, kau tetap akan menjadi temanku.
Jo Sanggung beserta staf lain menangisi Ratu Yoon. Mama..Mama..
Raja sedikit terhuyung dan duduk di samping Ratu. Mata Ratu Yoon masih terbuka. Raja mnegulurkan tangan dan menutup mata Ratu.
Raja ingin para menteri konsentrasi mengatasi dampak akibat kekacauan dan membuat negara stabil. Dengan meningkatkan kekuatan negara dan menghapuskan kelemahannya. (korupsi dll)
Para menteri mengiyakan.
Raja juga berkata tidak akan melupakan semua pertumpahan darah yang terjadi saat acara kemiliteran itu. Raja akan memisahkan mana yang benar dan mana yang salah, agar orang2 yang tidak bersalah tidak kena tuduhan palsu.
Mereka yang terlibat kejahatan juga akan mendapatkan hukuman yang pantas.
Raja : Jadi, karena Putri Min Hwa telah terlibat kejahatan 8 th lalu dan membuat Putri Mahkota dalam bahaya. Dia akan dihukum. Dia akan kehilangan statusnya dan diturunkan menjadi budak. Hukumannya akan dimulai setelah kelahiran anaknya.
Aku memerintahkan, setelah kelahiran anaknya, dia akan dibuang dari ibukota dan diturunkan statusnya menjadi budak.
Raja memutuskan tentang Yeom : Uibin dari Yang cheon, Heo Yeom. Karena telah menikah dengan penjahat Min Hwa, maka ia juga akan dihukum. Aku memerintahkan mereka untuk bercerai. Lalu mencopot gelarnya sebagai Uibin. Semua harta kekayaan yang dianugerahkan padanya melalui pernikahan akan disita. Dia akan kembali ke jabatannya dulu sebelum pernikahannya dengan Putri.
Dia akan menjadi pejabat negara tanpa penugasan. (Justru ini yang diinginkan Raja selama ini.)
Gukmu Jang. Seongsucheong Gukmu, Jang Nok Young yang telah melakukan ilmu sihir 8 th lalu, seharusnya dihukum dengan dipenggal. Tapi dengan mempertimbangkan bahwa dia menyelamatkan Putri Mahkota, setelah upacara peringatan kematian selesai, maka hukumannya akan dipertimbangkan.
Nok Young : Kau..tetap disini di Seongsucheong. Aku ingin kau disini dan melindungi tempat ini.
Jansil tidak mau. Ia tidak mau sendirian. Aku sudah tidak memiliki Seol eonni, Wol eonni ..telah menjadi seseorang yang sulit bahkan untuk dilihat. Yang Myung orabeoni, juga telah meninggalkan dunia ini. Jika kau juga tidak ada Shinmu...Jangan pergi. Shinmu. Jangan meninggalkanku sendiri di sini.
Suara Nok Young : Seol, dan Ibu Suri Tua. Yang Mulia Ratu, Yang Myung-gun, Kepala Sarjana. Saya akan menuntun anda ke jalan menuju dunia lain. Langit, sebagai orang yang berdosa, saya berikan sisa hidup saya sebagai persembahan bagimu.
Saya mohon langit membersihkan tanah ini dari penderitaan dan udara jahat. Saya akan membawa semua kejahatan dari tanah ini ke dalam tubuh saya, dan membawanya ke jalan menuju kematian. Roh-roh yang menderita, tolong lepaskan semua kemarahan kalian, dan istirahatlah dengan tenang.
Hari ini, di langit ada harapan dibawah satu matahari, dengan satu bulan. Saya harap mereka bisa membuat semua rakyat negri ini bisa bermandikan sinar terang mereka. Saya harap semua bisa menyingkirkan penderitaan mereka dan semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan. Saya berdoa untuk ini sekarang.
Jansil lari ke arah Nok Young, Shinmu...tapi Nok Young sudah tidak bernafas lagi. Jansil menangisi ibu angkatnya.
Raja mengusir mereka, sudah, kalian semua boleh pergi.
Dayang istana minta maaf, tapi sampai dengan waktu yang baik untuk pembuahan, anda jelas tidak boleh...
Raja sudah kesal hahaha, bukankah aku minta kalian semua untuk pergi?
Dayang itu menyerah dan akan membantu Raja melepas jubah dan ikat pinggangnya. Tapi Raja melarangnya. Kau pikir dimana kau meletakkan tanganmu? Bahkan Ratu belum juga menyentuhnya. Ratu yang akan membantuku, jadi kalian boleh pergi.
Setelah semuanya pergi. Raja minta Yeon Woo mengangkat wajahnya.
Yeon woo melihat ke arah Raja. Raja mengulurkan tangan, Yeon woo meraihnya.
Tiba-tiba Raja menarik Yeon Woo ke arahnya. wow..lantainya licin sekali haha..
Raja : Siapa kau? Cepat katakan padaku. Siapa sebenarnya dirimu?
Yeon Woo memandang Raja : Sinchop (Saya)..adalah wanita milik Yang Mulia dan ibu negri ini. Saya Heo Yeon Woo.
Raja tersenyum.
Beberapa tahun kemudian....
Heo Yeom dan Ratu Heo mengawasi keduanya.
Ratu Heo : Orabeoni.
Yeom : Ya, Yang Mulia. Apa ada yang ingin anda katakan?
Ratu minta kakaknya mengampuni Putri Min Hwa. Dia sudah membayar harga untuk perbuatannya. Yang Mulia juga sudah mengampuninya. Min Sanggung yang dulu melayaninya telah meninggal dunia. Jika kau masih merasa bersalah karena aku, aku minta kau tidak perlu seperti itu.
Ratu berkata lebih dari apapun juga, keponakannya membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
PM : Ya, ibu.
Ratu : Putra Mahkota kita benar2 bersemangat.
Raja : Putra Mahkota, kau pasti gembira karena Ui bisa datang ke istana untuk bermain, ya kan? Apa kalian bersenang-senang?
Kedua anak itu mengiyakan.
Putra Mahkota langsung memanggil Woon, Woon, apa kau mau mengajariku ilmu pedang?
Raja : Anak ini! Apa kau lebih menyukai Woon daripada ayahmu?
Raja mengangguk pada Woon untuk membawa anaknya belajar pedang. Raja tanya apa Putra Mahkota senang main bersama sepupunya setelah lama tidak bertemu.
Raja : Ui, kenapa kau tidak pergi bersama Putra Mahkota?
Ui : Saya lebih suka membaca buku daripanda berkelahi dengan pedang.
Raja tidak percaya, bagaimana kau bisa persis seperti ayahmu?
Raja berkata ke Yeom, dia sangat sensitif dan pintar di usianya. Dia benar2 seperti anda, guru.
Yeom : Karena membaca adalah satu-satunya hal yang saya tahu.
Raja : Sebaliknya, Pangeran kami sangat ceria dan bebas. Dia mirip sekali dengan Yang Myung-gun. Bahkan caranya menyukai Woon.
Yeom : Kakak-beradik memang mirip satu sama lain, jadi dia juga mirip anda, Yang Mulia.
Yeom : Kau melihat Ratu dan Putra Mahkota dengan iri, jangan bilang kalau ayah salah.
Yeom membungkuk, tidak apa-apa, kau bisa berkata jujur pada ayah.
Yeom mengiyakan, apa ada sesuatu?
Jansil : Apa anda mengenal Seol eonni?
Yeom tampak sedih.
Raja merasa Ratu tidak perlu berterima kasih karena itu.
Ratu Heo tanya apa Raja kesal karena ia terus saja memintanya mengampuni Min Hwa, padahal Raja sudah beberapa kali menolak permintaannya.
Raja : Pembebasan P. Min Hwa itu karena kau memikirkan aku dan juga kakakmu. Bagaimana aku bisa marah? Sebaliknya aku seharusnya berterima kasih padamu karena ini.
Ratu Heo : Yang Mulia.
Raja : Katakanlah.
Ratu berkata punya hadiah untuk Raja karena ia merasa sangat berterima kasih. Kata2 Ratu membuat Raja ingat sesuatu, hadiah?
Ratu membenarkan. Raja justru berdiri dan berkata ia harus pergi karena banyak laporan yang harus diperiksa. Ratu heran, laporan2nya ada disini.
Raja : Ah, benar. laporan2 ini harus dibaca di Daejeon. Kau harus istirahat lebih awal, Ratuku.
Raja segera pergi.
Para dayang merasa heran, ini aneh. Biasanya kalau Yang Mulia datang, dia tidak akan pergi kecuali Hyung Sun memanggilnya. Mereka berkata kalau hubungan Raja dan Ratu selama ini sangat baik, apa jangan2 Raja mulai bosan padanya? Apa mungkin...Raja menyembunyikan wanita lain di kediamannya?
Tapi tidak seperti yang dibayangkan para dayang. Hyung Sun mengenalkan wanita itu, ini adalah guru Gayageum yang terkenal, Ny. Jong Yeon. Ny. itu memberi hormat.
Raja sedang belajar memainkan gayageum haha ..(Kim Soo Hyun dan musiknya itu.) Raja ingin memainkan Gayageum sebagai hadiah ulang tahun Ratu (Han Ga In dan Kim Soo Hyun sama2 ulang tahun saat drama ini dibuat.)
Raja ingin Ny. Jong Yeon mengajarinya dengan baik. Ny. itu berkata akan melakukan yang terbaik.
Raja : Aku ini cepat belajar, jadi tidak akan jadi masalah.
Hyung sun minta ijin mengeceknya. Ia memainkan Gayageum itu dengan baik hahaha...jadi itu kelebihan Hyung sun. Hyung Sun berkata tidak ada yang salah dengan Gayageum ini.
Raja kagum juga dan tampak iri, Gayageum ini..kapan kau belajar memainkannya?
Hyung Sun : Ini, saya tidak pernah belajar memainkannya. Saat Yang Mulia belajar, saya duduk di samping anda dan melihat. Saya melatihnya untuk mengisi waktu kalau saya bosan. wuih..sombong hahaha..
Raja terkejut : Untuk...mengisi waktu kalau kau merasa bosan.
Raja kesal, berbalik! Ha! Hyung Sun disetrap! Kukira kebiasaan ini sudah menghilang, ternyata ngga.
Sebenarnya itu Min Hwa yang melihat keduanya sambil menangis.
Min Hwa : Saya hanya ingin melihat..anda sekali lagi..untuk terakhir kalinya. Saya sangat merindukan anda. Saya hanya ingin melihat anda dari jauh dan kemudian pergi.
Min Hwa terkejut, reflek ia ingin maju ke arah Ui, tapi kemudian membatalkannya dan membungkuk, Saya tidak akan datang lagi, saya tidak akan bersembunyi dan melihat anda lagi. Jadi..tolong ampuni saya sekali ini saja.
Min Hwa : Saya pikir anda tidak akan memaafkan saya.
Yeom : Aku tidak ingin memaafkan dirimu. Aku mencoba menghukum diriku sendiri dengan tidak memaafkanmu. Tapi sekarang, aku ingin berbahagia.
Yeom menoleh ke Ui, demi anak kita dan demi seseorang yang sudah meninggal tapi tetap berharap akan kebahagiaanku. Demi mereka, orang2 malang itu.
Raja tanya apa perintahnya sudah dijalankan.
Raja : Bagus. Bagaimana situasi di Hwalinseo?
Menteri Hong : Karena keterlibatan Ratu, ia sudah menjadi teladan. Banyak wanita dari keluarga bangsawan juga mulai mengumpulkan dana untuk Hwalin..
Hong melihat Raja sama sekali tidak mendengar laporannya, ia tanya, Yang Mulia, Yang Mulia?
Raja menghentikan latihannya. Hong tanya apa ada yang mengganggu Raja. Raja berkata bukan apa-apa.
Raja sudah menyiapkan konser musik khusus untuk Ratunya. Meskipun keahlianku bukanlah yang terbaik, kuharap kau akan menikmatinya.
Ratu mendengar suara Gayageum dan ia sadar ada orang lain yang memainkannya. Ratu ingin mencari sumber suara itu.
Raja menarik tangannya, tolong fokus padaku. Hanya padaku.
Ratu tampak geli. Raja tanya, apa Ratu merasa kecewa karena hadiahnya tidak bagus.
Ratu : Tidak, ini menyenangkan.
Raja : Aku tidak berniat membuatnya menyenangkan. (Mungkin Raja ingin suasananya romantis haha..tapi justru jadi lucu. Jadi ini diluar rencana Raja.)
Raja : Tapi, aku ingin memberikan hadiah lain padamu.
Raja tersenyum, Hyung Sun terlalu tua untuk memanjat atap.
Ratu : Kalau begitu..apa akan ada kembang api yang meledak di langit?
Raja mendekat dan mencium Ratu Heo. Semua Dayang dan Kasim memalingkan wajah mereka.
T A M A T
Good job guys!! I'm sure you're going to win many awards.
The Moon [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17],[18], [19]
Notes
Ini benar2 kisah mirip fairy tale. Apa yang membuat viewers seluruh dunia terpaku setiap Rabu-Kamis demi TMTETS? Mungkin karena kesetiaan cinta pertama yang sulit dipercaya.
Bayangkan, setelah 8 th, seorang Raja tetap mempertahankan kesetiaan-nya pada Putri Mahkota pilihannya. Padahal ada Ratu disisinya. Ini benar-benar mustahil untuk kehidupan Raja-Raja jaman Joseon.
Tapi kisahnya memang sudah ditentukan sejak awal, yaitu semua kekacauan akan kembali seperti kondisi semula. Jadi endingnya ya memang seperti itu. Hanya ada satu Matahari dan satu Bulan di langit Joseon.
Sayang, kenapa Yang Myung-gun menyerah dan membiarkan dirinya terbunuh. Kalau alasan tidak ingin jadi ancaman bagi Raja, itu tidak bisa dimengerti. Memangnya semua anak Raja akan jadi ancaman untuk Putra Mahkota?
Yang Myung sebenarnya bisa membantu Raja mengurus masalah Hwalinseo atau masalah sosial lain, menikah dan hidup bahagia seperti harapan Lady Park. Sayang..
Apapun alasannya, aku tidak terima dengan kematian Yang Myung. Selama hidup, Yang Myung merindukan kasih sayang ayahnya, tapi yang seperti itu kan bukan hanya Yang Myung. Memangnya Kim Chae Woon tidak? Woon juga anak tidak sah dari Gubernur. Woon juga jarang mendapat kasih sayang ayahnya, tapi Woon tidak menyerah.
Kalau Seol, paling tidak ia puas dengan kehidupannya dan terbunuh demi melindungi orang yang dicintainya. Ratu Yoon Bo Kyung menurutku yang paling tragis ya. Memang ia salah, karena tahu kejahatan ayahnya dan diam saja. Dia tidak sudi diturunkan dari posisi Ratu dan memilih untuk mati sebagai Ratu.
Jansil juga kesepian, tapi ia bisa bertahan dan kelak pasti akan jadi pemimpin Seongsucheong kalau melihat bakatnya.
Yeom dan Min Hwa ini kaya Full House ala Joseon. Awalnya Yeom hanya menganggap Min Hwa sebagai adiknya, lalu benar2 mencintainya dan akhirnya bersedia memaafkannya. Tapi yang masih tanda tanya, Yeom akan menikahi Min Hwa lagi ngga ya. Masa kakak-beradik saling menikah?
Hwon-Yeon Woo/ Min Hwa - Yeom?
Anyway, thank's for reading dan tunggu saja drama ini di TV lokal. Karena Indonesia termasuk negara yang sudah membeli hak siarnya.
I am waiting for your feedback guys, so please do so.
Tirza Kwan logout.
Ini benar2 kisah mirip fairy tale. Apa yang membuat viewers seluruh dunia terpaku setiap Rabu-Kamis demi TMTETS? Mungkin karena kesetiaan cinta pertama yang sulit dipercaya.
Bayangkan, setelah 8 th, seorang Raja tetap mempertahankan kesetiaan-nya pada Putri Mahkota pilihannya. Padahal ada Ratu disisinya. Ini benar-benar mustahil untuk kehidupan Raja-Raja jaman Joseon.
Tapi kisahnya memang sudah ditentukan sejak awal, yaitu semua kekacauan akan kembali seperti kondisi semula. Jadi endingnya ya memang seperti itu. Hanya ada satu Matahari dan satu Bulan di langit Joseon.
Sayang, kenapa Yang Myung-gun menyerah dan membiarkan dirinya terbunuh. Kalau alasan tidak ingin jadi ancaman bagi Raja, itu tidak bisa dimengerti. Memangnya semua anak Raja akan jadi ancaman untuk Putra Mahkota?
Yang Myung sebenarnya bisa membantu Raja mengurus masalah Hwalinseo atau masalah sosial lain, menikah dan hidup bahagia seperti harapan Lady Park. Sayang..
Apapun alasannya, aku tidak terima dengan kematian Yang Myung. Selama hidup, Yang Myung merindukan kasih sayang ayahnya, tapi yang seperti itu kan bukan hanya Yang Myung. Memangnya Kim Chae Woon tidak? Woon juga anak tidak sah dari Gubernur. Woon juga jarang mendapat kasih sayang ayahnya, tapi Woon tidak menyerah.
Kalau Seol, paling tidak ia puas dengan kehidupannya dan terbunuh demi melindungi orang yang dicintainya. Ratu Yoon Bo Kyung menurutku yang paling tragis ya. Memang ia salah, karena tahu kejahatan ayahnya dan diam saja. Dia tidak sudi diturunkan dari posisi Ratu dan memilih untuk mati sebagai Ratu.
Jansil juga kesepian, tapi ia bisa bertahan dan kelak pasti akan jadi pemimpin Seongsucheong kalau melihat bakatnya.
Yeom dan Min Hwa ini kaya Full House ala Joseon. Awalnya Yeom hanya menganggap Min Hwa sebagai adiknya, lalu benar2 mencintainya dan akhirnya bersedia memaafkannya. Tapi yang masih tanda tanya, Yeom akan menikahi Min Hwa lagi ngga ya. Masa kakak-beradik saling menikah?
Hwon-Yeon Woo/ Min Hwa - Yeom?
Anyway, thank's for reading dan tunggu saja drama ini di TV lokal. Karena Indonesia termasuk negara yang sudah membeli hak siarnya.
I am waiting for your feedback guys, so please do so.
Tirza Kwan logout.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar